Skip to content

← Semua teknik

Kerangka dasar

Law of Attraction

Juga dikenal sebagai LoA, The Secret

Kamu menulis atau menyatakan dengan jelas apa yang kamu inginkan, menghabiskan waktu setiap hari membayangkannya sebagai sesuatu yang sudah nyata, berlatih merasa bersyukur atasnya, dan mengambil langkah konkret menujunya, dengan premis bahwa perhatian yang terfokus pada tujuan menarik kesempatan yang cocok kepadamu.

Arus utama Tagar #manifestation punya lebih dari 4,2 miliar tayangan di TikTok; #lawofattraction punya lebih dari 1 miliar tayangan di TikTok. Buku Rhonda Byrne “The Secret” (2006) terjual 30 juta eksemplar di seluruh dunia dalam 50 bahasa dan meraup penjualan $300 juta pada 2009. Pencarian Google global untuk “manifestation” naik 369% sejak 2020.

Apa itu

Law of Attraction adalah kerangka keyakinan yang berakar pada filsafat New Thought abad ke-19. Isinya, “yang serupa menarik yang serupa”, artinya terus-menerus memusatkan pikiran dan perasaan pada hasil yang diinginkan cenderung mendekatkan hasil itu. Dipopulerkan secara global lewat buku dan film “The Secret” karya Rhonda Byrne (2006), lalu diperkuat oleh guru seperti Esther Hicks (Abraham Hicks) dan diserap ke budaya wellness arus utama lewat media sosial. Praktiknya menggabungkan visualisasi, rasa syukur, afirmasi, dan tindakan yang disengaja, dengan klaim inti bahwa kondisi mental dan emosimu membentuk keadaan di luar dirimu. Klaim metafisikanya tidak punya konsensus ilmiah, meski para peneliti mencatat bahwa kejelasan tujuan, ekspektasi positif, dan tindakan yang konsisten memang punya manfaat psikologis yang terdokumentasi.

Cara melakukannya

  1. Jadilah spesifik tentang apa yang kamu inginkan. Tuliskan dalam bentuk kini seolah sudah ada (misalnya 'Aku punya pekerjaan yang memuaskan dengan gaji $X').
  2. Visualisasikan hasilnya setiap hari selama 5–10 menit: pejamkan mata, bayangkan dengan detail indrawi yang konkret, dan coba rasakan emosi yang akan kamu rasakan seandainya hal itu sudah benar.
  3. Berlatih bersyukur. Catat 3–5 hal yang kamu syukuri setiap hari untuk menguatkan pola pikir 'kelimpahan' alih-alih 'kekurangan'.
  4. Pakai afirmasi: ucapkan keinginanmu dengan suara keras dalam bentuk kini supaya tetap ada di benakmu.
  5. Ambil tindakan yang selaras: tentukan satu langkah konkret yang bisa kamu ambil hari ini menuju tujuan itu dan lakukan. Kerangka ini memandang tindakan sebagai cara semesta mengantarkan hasil.
  6. Lepaskan keputusasaan: lepaskan keterikatan yang kaku pada bagaimana atau kapan hasilnya datang, dan tetap terbuka pada jalan yang tak terduga.

Untuk apa teknik ini dipakai

  • cinta/hubungan (menarik orang atau pasangan tertentu)
  • uang dan kelimpahan finansial
  • kemajuan karier
  • tujuan kesehatan dan tubuh
  • perbaikan hidup dan kebahagiaan secara umum
  • rasa percaya diri dan harga diri

Asal-usulnya

Berakar pada filsafat New Thought Amerika abad ke-19 (Wallace Wattles, Phineas Quimby, Charles Haanel). Istilah “Law of Attraction” dipakai secara eksplisit oleh penulis New Thought William Walker Atkinson pada 1906. Dibawa ke arus utama global lewat buku dan film “The Secret” karya Rhonda Byrne (2006), lalu dipopulerkan lebih jauh oleh Esther dan Jerry Hicks (Abraham Hicks), yang rekaman workshop-nya beredar sejak awal 2000-an.

Belajar lebih lanjut

Unduh Aya

Buka kamera ponselmu dan pindai untuk memasang.

Arahkan kameramu ke kode

Bawa bersamamu

Momen Diri-Impianmu hanya satu unduhan lagi.

scan · to · install

App Store
apps.apple.com
Google Play
play.google.com