Skip to content

← Semua teknik

Metode Abraham Hicks

Vortex Alignment

Juga dikenal sebagai Into the Vortex, Getting in the Vortex

Kamu sengaja menaikkan suasana hati, lewat apresiasi, meditasi, atau journaling, sampai merasa rileks dan benar-benar baik, yang oleh Abraham Hicks disebut “berada di dalam Vortex,” kondisi emosi ketika keinginanmu dikatakan sudah dalam jangkauan.

Luas dipakai Kanal YouTube resmi Abraham-Hicks Publications punya lebih dari 805.000 subscriber dan 78 juta+ tayangan (per 2023); puluhan kanal pihak ketiga khusus membahas konten vortex. Buku 2010 “Getting Into the Vortex” masuk daftar bestseller New York Times, dan produk meditasi terpandu pendampingnya punya 1.060+ rating Goodreads dengan rata-rata 4,5 bintang. Halaman pencarian TikTok untuk #abrahamhicksvortex dan “Abraham Hicks vortex attraction guided meditations” menunjukkan komunitas yang aktif berkarya sampai 2025.

Apa itu

Vortex Alignment adalah nama Abraham Hicks untuk latihan menaikkan kondisi emosimu secara sadar sampai kamu merasa lapang, jernih, dan bahagia, tanda-tanda bahwa kamu “berada di dalam Vortex.” Vortex digambarkan sebagai tempat penyimpanan getaran tempat setiap keinginan yang pernah kamu minta sudah ada. Tugasmu bukan mengejar keinginan itu, tapi menyamai nada emosi orang yang sudah memilikinya. Alat utamanya: meditasi hening 15 menit tiap hari, appreciation rampage, scripting dalam bentuk sekarang, dan Emotional Guidance Scale (daftar emosi berurutan dari putus asa ke sukacita untuk menaiki perasaan satu langkah demi satu). Sistem ini dipopulerkan lewat workshop langsung Esther Hicks, buku bestseller New York Times “The Vortex” (2009), dan produk meditasi terpandu pendampingnya.

Cara melakukannya

  1. Perhatikan kondisi emosimu saat ini. Pakai Emotional Guidance Scale untuk menemukan posisimu: putus asa, marah, frustrasi, bosan, puas, antusias, sukacita. Tanpa menghakimi, cukup mengamati.
  2. Lakukan meditasi hening 15 menit. Duduk, pejamkan mata, fokus pada napas, dan biarkan pikiran lewat tanpa melayaninya. Tujuannya berhenti memicu pikiran resisten atau khawatir, bukan mencapai kondisi tertentu.
  3. Jalankan Appreciation Rampage selama 2–5 menit. Pindai sekelilingmu dan sebutkan semua yang benar-benar kamu syukuri: kopinya, cahayanya, kemenangan masa lalu, tubuhmu. Bangun momentum emosi.
  4. Raih perasaan terbaik berikutnya, bukan emosi tertinggi, cukup satu langkah naik. Kalau kamu frustrasi, bidik sabar. Kalau sudah sabar, bidik berharap. Pendakian kecil yang disengaja akan menumpuk.
  5. Begitu kamu merasa lapang, jernih, atau bahagia yang tenang, tulis keinginanmu dengan bentuk sekarang: dua sampai tiga kalimat seolah sudah terjadi dan kamu hanya menggambarkan hidupmu kini.
  6. Lepaskan hasil dan jadwalnya. Akhiri sesi dengan melakukan sesuatu yang benar-benar terasa ringan, seperti jalan kaki, musik, atau berkarya, dengan percaya bahwa terus selaras itulah pekerjaannya.

Untuk apa teknik ini dipakai

  • cinta / hubungan
  • uang / kesejahteraan finansial
  • kesehatan / kesejahteraan fisik
  • karier / tujuan hidup
  • kesejahteraan emosional secara umum
  • manifestasi keinginan spesifik

Asal-usulnya

Dikembangkan dan dipopulerkan oleh Esther Hicks yang melakukan channeling kolektif bernama “Abraham,” bersama Jerry Hicks, lewat workshop langsung sejak 1980-an–1990-an. Vortex sebagai konsep bernama mengkristal lewat buku “The Vortex: Where the Law of Attraction Assembles All Cooperative Relationships” (Hay House, 2009) dan produk pendamping “Getting Into the Vortex Guided Meditations” (2010), keduanya bestseller New York Times.

Belajar lebih lanjut

Unduh Aya

Buka kamera ponselmu dan pindai untuk memasang.

Arahkan kameramu ke kode

Bawa bersamamu

Momen Diri-Impianmu hanya satu unduhan lagi.

scan · to · install

App Store
apps.apple.com
Google Play
play.google.com